[Review Buku] - Novel Henderson Si Raja Hujan Karya Saul Bellow Langsung ke konten utama

[Review Buku] - Novel Imprisonment Karya Akiyoshi Rikako

  Judul: Imprisonment Penulis: Akiyoshi Rikako Penerjemah: Andry Setiawan Penerbit: Haru Tahun Terbit: Desember 2023 Tebal: 276 halaman ; 19 cm ISBN: 978-623-5467-19-1   BLURB Yukie sudah kewalahan merawat anak sambil bekerja. Ia memutuskan untuk resign dan malam ini adalah malam terakhirnya. Ia menitipkan putrinya kepada suaminya di rumah. Akan tetapi, suaminya tidak membalas pesan, tidak pula menjawab telepon.... *** PLOT TWIST TIDAK TERDUGA, STALKER DAN PSIKOPAT, ISU SOSIAL YANG RELEVAN DENGAN KEHIDUPAN, DAN AKHIR CERITA YANG OPTIMIS Sebagai pencinta karya Akiyoshi Rikako, sudah sewajarnya untuk menantikan karya terbaru beliau. Apalagi dengan ciri khasnya yang selalu menempel di setiap novelnya, seperti plot twist yang tak terduga; isu-isu yang sangat relevan dengan kehidupan; dan narasinya yang selalu nyaman untuk dibaca dan diikuti. Dalam novel ini, walaupun ceritanya cukup menegangkan, intens dan ada adegan kekerasannya, tapi aku merasa cerita...

[Review Buku] - Novel Henderson Si Raja Hujan Karya Saul Bellow

 


Judul: Henderson Si Raja Hujan

Penulis: Saul Bellow

Penerbit: Basabasi

Penerjemah: Hari Taqwan Santoso

Tahun Terbit: Agustus 2019

Tebal: 496 halaman ; 14 x 20 cm

ISBN: 978-623-7290-16-2

 

BLURB

Eugene Henderson adalah pria paruh baya yang bermasalah. Terlepas dari kekayaanya, status sosialnya yang tinggi, dan kehebatan fisiknya, ia merasa gelisah dan memiliki kekosongan spiritual. Berharap menemukan cara untuk mengatasi kekosongan tersebut, Henderson melakukan sebuah perjalanan menuju Afrika. Segala kegemilangan yang dimilikinya membuat ia segera mendapatkan tempat dalam sebuah suku di Afrika. Akan tetapi, anugerah terbesan yang dimilikinya adalah kemampuannya membuat hujan, yang mengubahnya dari hanya sekadar pahlawan menjadi seorang messiah.

***

TOKOH HENDERSON YANG MENJENGKELKAN, ADAT-BUDAYA AFRIKA, DAN MAKSUD CERITA NOVEL INI

Alur cerita novel ini berfokus pada tokoh utamanya, yaitu Henderson. Pada awal cerita sampai seperempat buku, menceritakan kehidupan Henderson sebelum berangkat ke Afrika. Kita pembaca diperlihatkan bagaimana karakter Henderson yang digambarkan kasar, pemarah, keras kepala, egois, dan banyak lagi sifat-sifat buruk yang tertempel pada diri Henderson. Jujur aku sendiri saat baca agak jengkel dan kesal dengan tokoh Henderson ini. Apalagi karena alur ceritanya berfokus pada Henderson, kita pembaca secara tidak langsung mengikuti dan mencoba memahami isi kepala si Henderson, yang membuatku terkadang jadi kesal sendiri.

Cerita yang dibawakan penulis cukup seru diikuti, tapi aku kurang terbiasa dengan narasi dan  gaya kepenulisannya. Menurutku, unsur atau gaya sastra yang dibawa penulis membuat aku sebagai pembaca awam kesulitan memahami maksud dari kalimat-kalimat atau dialog-dialog pada isi ceritanya. Banyak kalimat konotasi yang dimasukkan penulis pada isi ceritanya, tapi karena pembawaan dan latar budaya yang berbeda, membuat aku sendiri perlu waktu atau jeda untuk memahami apa yang dimaksudkan penulis.

Selama membaca, yang aku suka pada novel ini adalah petualangan dan persahabatan Henderson dengan tokoh yang ia kenal saat tiba di desa Afrika. Banyak nilai adat dan budaya kesukuan yang digambarkan penulis ketika Henderson menjadi tamu disana. Pembaca dikenalkan kegiatan-kegiatan, adat budaya sekitar, nilai luhur dan norma yang mempengaruhi masyarakat setempat, dan banyak lagi.

Tokoh Romiloyu sebagai pemandu jalan dan sebagai sahabat Henderson, aku suka dengan perkembangan hubungan persahabatan mereka. Perpaduan antara Henderson yang orangnya pemikir dan juga keras kepala dengan Romiloyu yang terkesan lugu dan apa adanya, membuat hubungan kedua tokoh tersebut menjadi unik dan berkesan. Peran Romiloyu pada novel ini sangat berpengaruh terhadap tokoh utama.

Kemudian yang menarik juga adalah ketika Henderson bertemu dengan Dahfu. Banyak hal-hal yang terjadi dan perlahan mengubah cara pandang hidup Henderson ketika bertemu dengan Dahfu. Hubungan antar keduanya menjadi sahabat dan dari sinilah kenapa Henderson diberi gelar Raja Hujan (Sungo). Sama dengan Romiloyu, peran Dahfu disini sangat berpengaruh dengan perkembangan tokoh Henderson, bahkan sampai akhir cerita.

Banyak hal dan nilai-nilai filosofis yang disampaikan secara kiasan melalui diskusi Henderson dan Dahfu. Sentuhan mistisnya pun ternyata ada di dalam adat dan budaya tersebut, yang menjadi konflik ketika Dahfu dituduh memelihara harimau yang reinkarnasi dari seorang penyihir, yang secara tidak langsung Dahfu ini ingin disingkirkan dari tahta kerajaan. Konflik disini cukup menarik, mungkin juga relevan dengan kehidupan sekarang, ketika kita dijebak dan dituduh macam-macam oleh orang-orang yang tidak suka dengan kita.

Kilas balik cerita Henderson dengan keluarganya, lebih menggambarkan bagaimana sosok Henderson tersebut. Kehidupannya yang digambarkan selalu terlibat masalah, memberi kesan buruk bagi pembaca (terutama aku) kepada tokoh Henderson ini.

Akhir dari novel ini secara keseluruhan masih tidak jelas. Apakah Henderson ini sudah mendapatkan kepuasan spiritual yang ia rencanakan ketika datang ke Afrika. Terutama dengan banyaknya pengalaman dan perjalanan yang ia hadapi. Penulis disini tidak memberikan penjelasan atau keterangan mengenai tujuan Henderson itu sudah terpenuhi atau belum, tapi akhir dari novel ini memberi kesan optimis dan semangat. Menurutku, Henderson ini masih dalam tahap proses mencari kepuasan spiritual.

Secara keseluruhan, tujuan dan maksud dari novel ini bisa aku pahami. Namun, narasi dan gaya penulis dalam menuliskan ceritanya, aku kurang bisa menikmatinya dan cepat bosan ketika membacanya. Banyak simbol dan makna filosofis membuat aku sebagai pembaca awam, perlu waktu untuk memahami maksud dari kalimat-kalimat atau makna-makna cerita tersebut.

My Rated: 6,7/10

***

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini