[Review Buku] - Novel Goodbye Days Karya Jeff Zentner Langsung ke konten utama

[Review Buku] - Novel Imprisonment Karya Akiyoshi Rikako

  Judul: Imprisonment Penulis: Akiyoshi Rikako Penerjemah: Andry Setiawan Penerbit: Haru Tahun Terbit: Desember 2023 Tebal: 276 halaman ; 19 cm ISBN: 978-623-5467-19-1   BLURB Yukie sudah kewalahan merawat anak sambil bekerja. Ia memutuskan untuk resign dan malam ini adalah malam terakhirnya. Ia menitipkan putrinya kepada suaminya di rumah. Akan tetapi, suaminya tidak membalas pesan, tidak pula menjawab telepon.... *** PLOT TWIST TIDAK TERDUGA, STALKER DAN PSIKOPAT, ISU SOSIAL YANG RELEVAN DENGAN KEHIDUPAN, DAN AKHIR CERITA YANG OPTIMIS Sebagai pencinta karya Akiyoshi Rikako, sudah sewajarnya untuk menantikan karya terbaru beliau. Apalagi dengan ciri khasnya yang selalu menempel di setiap novelnya, seperti plot twist yang tak terduga; isu-isu yang sangat relevan dengan kehidupan; dan narasinya yang selalu nyaman untuk dibaca dan diikuti. Dalam novel ini, walaupun ceritanya cukup menegangkan, intens dan ada adegan kekerasannya, tapi aku merasa cerita...

[Review Buku] - Novel Goodbye Days Karya Jeff Zentner

 


Judul: Goodbye Days

Penulis: Jeff Zentner

Penerbit: Spring

Tahun Terbit: Desember 2018

Tebal: 436 halaman ; 20 cm

ISBN: 978-602-6682-32-1

 

BLURB

Sebelumnya, Carver memiliki segalanya; tiga sahabat, keluarga yang suportif, dan reputasi sebagai penulis berbakat di sekolahnya.

Hari berikutnya, gara-gara pesan singkat yang dia kirimkan, dia kehilangan ketiga sahabatnya dalam suatu tabrakan.

Sejak peristiwa itu, Carver tidak bisa berhenti menyalahkan diri, dan dia tidak sendirian. Saudari kembar salah satu sahabatnya membencinya. Ayah sahabatnya yang lain, yang seorang hakim, ingin menuntutnya.

Semua itu hanya karena satu pesan singkat.

Akankah dia berhasil menghadapi rasa kehilangannya? Bisakan dia memaafkan diri sendiri dan menghadapi keluarga-keluarga sahabatnya? Atau... akankah dia dipenjara atas perbuatannya?

***

RASA KEHILANGAN, KESEDIHAN, DAN PROSES HIDUP CARVER

Membaca novel ini membuat aku merasakan posisi Carver saat itu. Rasa kehilangan sahabatnya, rasa bersalah, konflik batin, trauma, dan menghadapi kenyataan dengan penuh tekanan, mulai dari lingkungan, media, dan tidak luput juga keluarga korban. Banyak kesedihan yang tergambarkan dalam cerita novel ini. Hanya saja di bagian awal cerita, terlalu banyak informasi yang membuat aku agak kesulitan mencoba mengingat seperti nama-nama tokoh, latar tempat, konflik, dan sebagainya.

Dengan pembukaan seperti itu, jujur aku agak males ngikutin ceritanya, dalam artian bakal duduk lama baca terus. Makanya aku selesai baca novel ini cukup lama dari novel yang aku baca biasanya. Walaupun lama selesainya, aku bisa menikmati jalan ceritanya. Kesan yang di dapat cukup dalam menurutku, karena tema novel ini kan mengenai kematian sahabatnya Carver. Dengan sudut pandang Carver, aku yang membacanya ikut merasakan perihnya.

Apalagi saat ia mengalami gangguan psikologi yang membuatnya merasa bersalah dan trauma atas kematian sahabatnya. Yang aku suka pada novel ini adalah penokohannya yang apik. Walaupun tokoh dalam novel ini lumayan banyak, tapi peran tokoh di dalamnya terasa hidup. Misalnya peran kakak perempuan Carver yang selalu peduli banget dengan kondisi adeknya. Peran orangtuanya juga yang selalu memberikan bantuan moral kepada Carver. Sahabat Carver yang gokilnya gak ada otak, Dokter yang merawat Carver dan banyak lagi. Hanya saja yang agak kurang ada pada bab keluarga Mars karena terlalu singkat. Kurang puas aja sih. Malahan pada bab keluarga Black yang panjang bener.

Dengan alur maju-mundur dan lambat juga, penulis ingin pembaca untuk merasakan bagaimana keadaan Carver setelah ditinggal sahabatnya, tekanan dari pihak keluarga korban, dan konflik hukum mengenai Carver, apakah dianggap sebagai pembunuhan atau tidak. Jujur mengenai konfliknya aku suka dan menarik. Ditambah pengacaranya Carver yang bisa dibilang profesional dibidangnya, kita yang baca jadi ikut deg-degan juga saat Carver dibawa ke kantor polisi.

Sudut pandang yang digunakan pada novel ini adalah sudut pandang orang pertama, yang membuat emosi dari tokoh utamanya lebih bisa dirasakan dan kita yang membaca pun ikut merasakannya juga. Penyampaian narasi secara keseluruhan aku cukup suka, enak dibaca dan bisa dinikmati.

Pada beberapa bagian, jujur aku kurang terbiasa dengan selera humor di novel ini. Terutama humor Carver dan sahabatnya, yang terkadang aku pas bacanya kurang memahami dan ‘ngeh’ maksudnya. Gaya bercandanya jauh berbeda dengan kita yang di Asia (secara umum). Terlebih juga penulis novelnya kan orang Barat, jadi yah aku masih bisa memaklumi lah.

Untuk mengenang terakhir kalinya sahabatnya, Carver mengunjungi keluarga sahabatnya masing-masing dengan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan sahabatnya itu. Pada bagian ini, setiap keluarga korban memberikan kesan tersendiri ketika membacanya. Kesedihan, terenyuh dan merasa tersentuh yang aku rasakan ketika Carver dan keluarga-keluarga korban saling berbagi kenangan mereka.

Mengenai hubungan Carver dengan Jasmine (pacarnya Eli) cukup menarik disini. Dari awalnya yang saling menolong satu sama lain dan menjadi sahabat dekat, sampai terjadinya konflik antara mereka berdua. Hubungan mereka disini digambarkan sangat dekat, hidup dan dinamis. Drama yang terjadi aku suka, seolah pembaca jadi terbawa ke dalam suasana cerita. Penyelesaiannya juga menurutku cukup bijaksana, terlebih umur mereka yang menginjak dewasa.

Untuk bagian endingnya, lumayan terharu, dan dari situ tergambarkan bahwa Carver sudah bisa mengikhlaskan sahabatnya untuk terakhir kalinya. Jujur aku sendiri berat hati sebenarnya membaca bagian akhirnya. Kayak kita mengucapkan salam perpisahan selamanya kepada seseorang yang paling kita sayangi, dan itu rasanya kayak sakittt bener hati.

Tapi, ini opini pribadi, dibagian akhir tidak dijelaskan bagaimana keadaan Carver selanjutnya ketika ia menjalani semua hidupnya yang penuh dengan kesedihan dan rasa bersalah. Aku pikir, setidaknya penulis memberikan epilog tentang Carver yang telah melalui kenyataan yang pedih.

Mungkin juga memang tujuan penulis mengakhiri novelnya tanpa memberikan epilog atau cerita tambahan tentang Carver selanjutnya. Membiarkan pembaca berasumsi bagaimana keadaan Carver setelah mengalami rasa kehilangan sahabatnya. Intinya, secara keseluruhan novel ini isinya hampir tentang kesedihan dan kesedihan, dan proses  perjalanan hidup Carver setelah kematian sahabatnya. Layak dibaca? Lumayan lah kalo menurutku..

My Rated: 7/10

***

Komentar

Postingan populer dari blog ini